Showing posts with label Dunia Wanita. Show all posts
Showing posts with label Dunia Wanita. Show all posts

Wednesday, October 17, 2012

Kenapa suami-istri tak lagi seranjang ? Ini Alasannya

 

Ghiboo.com - Bagaimana posisi tidur Anda saat bersama pasangan? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mencium dan memeluk pasangan sebelum tidur sudah so yesterday.


Sebuah riset terhadap 2.000 pasangan menunjukkan bahwa posisi tidur suami istri cenderung tidak saling berhadapan. Kenapa ya?

"Keadaan psikologis seseorang turut mempengaruhi bagaimana seseorang tidur dan posisi tidurnya. Jika sedang stres, kemungkinan banyak diantara kita yang tak mau dipeluk dan disentuh pasangan saat di atas ranjang," ungkap relathionship psychologist Corrine Sweet.

Dilansir melalui Thetelegraph (16/10), sekitar 90 persen pasangan mengaku tidak pernah lagi saling mengatakan 'I love you' sebelum tidur dan 80 persen lainnya mengaku tak lagi menciumi pasangan sebelum tidur.

Riset ini juga menunjukkan periode menstruasi wanita turut andil menurunkan intensitas aktivitas romantis ini. Sekitar 25 persen responden mengaku tidak suka badannya tersentuh oleh pasangannya saat tidur.

"Suhu tubuh wanita saat sedang menstruasi meningkat, sehingga membuat mereka tak ingin tersentuh saat periode bulanannya," tambah Sweet.

Sweet menambahkan sekitar 10 persen pasangan mengaku memilih tidur pisah ranjang demi mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Monday, October 15, 2012

Jangan pernah membentak anak! Ini Alasannya ?

 

yahoo.com - Jika Anda meneriaki anak Anda, lalu menyesal setelahnya, ini saran buat Anda.

Saya, suami dan dua anak kami sedang menikmati liburan santai di Hawaii. Kami sedang berkendara di mobil melalui jalan berliku (dan berbahaya) dan menuju Hana. Saat kami sedang melihat betapa indahnya tebing dan pantai, peristiwa itu tiba-tiba terjadi; tanpa alasan jelas, anak laki-laki kami yang berusia 5 tahun melempar botol air ke arah suami.

Botol itu mengenai kaca dan membuat suara keras. Hanya keajaiban yang membuat kami tidak menabrak sesuatu — meski kami sempat kehilangan kendali. Saya dan suami sontak memarahi, berteriak dan mengancam.

"Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu tidak tahu kalau itu amat berbahaya? Kita sedang menikmati liburan, dan kamu melempar botol air tanpa alasan?" Lagi dan lagi kami memarahinya — melebihi apa yang sepantasnya diterima anak TK.

Air mata mulai mengalir di pipi anak saya. Bibirnya gemetar, dan ia mulai menangis. Kami pun menenangkan diri dan melanjutkan perjalanan, dan saya mencoba melupakan semua kejadian tersebut.

Beberapa minggu kemudian, saya memutar ulang video liburan kami di Hawaii. Ternyata insiden pelemparan botol air itu tidak sengaja terekam kamera (yang saya lupa matikan). Tanpa gambar, saya bisa mendengarkan diri saya sendiri sedang meneriaki anak kami dan mempermalukannya.

Saya mencoba menahan air mata. Bagaimana saya bisa berlaku seperti itu di depan anak saya sendiri, anak saya? Saya mungkin rekaman suara di kamera video, tapi tidak akan pernah bisa menghapus kejadian tersebut dari ingatan.

Suka atau tidak, sebagian orang tua mengamuk di depan anak kesayangan mereka. Kadang kemarahan itu ditujukan pada anak, kadang juga tidak. Tapi itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa diambil untuk memperbaiki keadaan:

Harga dari sebuah kemarahan
Pertama, ingatlah mengamuk di depan anak bukan cara tepat menjadi orang tua. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada kejiwaan mereka, ujar ahli psikologi Matthew McKay, Ph.D, profesor dari Wright University di Berkeley, California, dan penulis “When Anger Hurt Your Kids”.

"Studi yang ada menunjukkan bahwa orangtua yang menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membuat anak tersebut menjadi kurang empatik, kata McKay.

Anak tersebut akan menjadi agresif dan mudah depresi dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang tenang, dan memiliki performa yang kurang baik di sekolah. Kemarahan dapat mengurangi kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia, ujar McKay.

Semakin muda usia anak tersebut, maka semakin besar dampaknya. "Ketika anak masih kecil, Anda adalah dunianya," ujar psikolog Robert Puff, Ph.D, penulis “Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind”. "Ketika Anda marah, dunia mereka terguncang. Saat mereka tumbuh dewasa. mereka punya teman, dan orang lain dalam hidup mereka, dan hal itu akan mengurangi efeknya."

Satu lagi yang harus diperhatikan: Kemarahan tanpa kata-kata pada umumnya tidak akan membuat efek sebesar kemarahan biasa, ujar McKay.

Anak itu sebenarnya bisa belajar pelajaran penting dari melihat Anda marah sampai menenangkan diri. "Hal itu akan menunjukan pada anak bahwa kita semua bisa marah, tapi yang terpenting adalah memperbaiki keadaan sesudahnya," ujar McKay. Ini adalah langkah untuk melakukannya.

Ketika Anda meneriaki anak


Ketika Jennifer dari Huntington Beach, California, pergi ke Disneyland dengan tiga anaknya, dia tidak sadar "tempat paling bahagia di Bumi" akan menjadi salah satu lokasi momen paling buruknya sebagai orangtua. "Waktu itu hari sangat panas dan ramai" ujar Jennifer. "Dua anak saya menderita penyakit paru-paru dan bisa menggunakan kartu khusus untuk menghindari antrean. Tapi anak saya yang berusia 13 tahun menghilangkan kartunya. Tiba-tiba saya meneriakinya, setelah itu anak saya mulai menangis. Semua orang yang ada di sekitar melihat saya dengan jijik. Saya terus meminta maaf. Air mata saya juga mulai mengalir karena telah melukainya."

Studi University of New Hampshire menemukan, 90 persen orangtua mengakui pernah memarahi anaknya pada usia 2-12 tahun, dalam periode satu tahun (10 persen lagi pasti malaikat atau punya ingatan yang buruk).

Untuk menghindari meneriaki anak, kami berikan beberapa tips: Saat Anda marah bayangkan anak Anda sebagai bayi, ujar Dr. Sandra P Thomas, profesor dari University of Tennessee, Knoxville, dan penulis dari “Use Your Anger: A Woman's Guide to Empowerment”.

"Anak yang lebih tua dan remaja memang tidak selucu bayi, dan kadang mereka menyebalkan," ujarnya. "Ketika Anda marah, ingatlah mereka sebagai bayi, hal itu akan membantu Anda."

"Jika Anda bisa, istirahatlah sebentar, dan pergilah ke ruang sebelah meski hanya satu atau dua menit" ujar  Laura J. Petracek, Ph.D., penulis “The Anger Workbook for Women”.

Jika Anda terlanjur marah, hal yang paling penting adalah memperbaikinya. Jangan tergoda untuk menyalahkan anak Anda karena memicu amarah. "Katakan, aku sangat kecewa pada kecerobohanmu, tapi aku seharusnya tidak berteriak seperti itu, aku minta maaf." ujar Thomas. Berjanjilah Anda tidak akan melakukannya lagi, hibur anak Anda seperlunya.

Ketika Anda bertengkar dengan pasangan

Angie dari Seattle mengatakan hidupnya penuh tekanan sejak suaminya kehilangan pekerjaan dan mereka sering bertengkar di depan anak mereka yang berumur tiga tahun, Lexi.

"Semalam saya memarahi suami karena tidak membersihkan rumah," ujarnya. "Lexi datang dan menarik baju saya sambil berkata, 'Ayah jangan dimarahi', mata Lexi terlihat sangat ketakutan. Kami akhirnya berhenti bertengkar dan mencoba meyakinkannya, bahwa ayah dan ibunya masih saling mencintai, tapi saya tidak tahu apakah Lexi percaya."

Anak bisa sangat terpukul jika melihat orang tuanya bertengkar, ujar Charles Spielberger, Ph.D., psikolog yang mempunyai spesialisasi dalam studi kemarahan di University of South Florida. Sangat penting untuk segera memperbaiki keadaan.

Tidak usah menjelaskan keadaan dengan membacakan daftar cucian yang tidak dikerjakan pasangan Anda, hal itu hanya akan membuat anak stres. "Lebih baik katakan seperti ini: 'Saya sangat marah dengan ayahmu tadi, kami telah membicarakannya dan sedang memperbaikinya, orang tinggal bersama kadang bisa marah, maaf telah berteriak, kami masih saling menyayangi.'"

Jika bisa, katakan apa yang akan Anda lakukan lain kali, ujar Jerry Deffenbacher, Ph.D., profesor psikologi di Colorado State University, yang mempelajari masalah kemarahan. Hal itu akan membuat anak belajar dari pengalaman, contohnya: "Saya marah pada ayahmu karena menghanguskan roti, tapi saya minta maaf, harusnya saya tidak berteriak seperti itu. Lain kali kami akan menggunakan timer di dapur saat menyalakan oven."

Jangan berkomentar terlalu banyak. Menjelaskan terlalu banyak akan membuat anak Anda seperti terapis atau mediator. Jangan melibatkan anak terlalu jauh.

Ketika bertengkar dengan orang asing

Saat Fiona dari Detroit memasang sabuk pengaman untuk anaknya setelah kembali dari toko roti, seorang pengemudi yang lebih tua darinya berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson. "Dia berteriak, tutup pintumu!" tanpa memberi peringatan kalau saya menutupi jalannya. Saya langsung berteriak "Apa tidak bisa lihat kalau saya sedang meletakkan bayi di kursi? Dasar $%*#@?!'”

“Anak kembar saya yang duduk di kursi belakang sangat terkejut, dan aku merasa sangat bersalah pada anak saya."

Insting Anda pasti ingin meminta maaf, tapi jangan. Semua orang bisa marah, Anda tidak boleh minta maaf karena kemarahan. (Hal ini penting jika Anda punya anak perempuan — anak perempuan pada usia muda memendam perasaannya).

Lebih baik terangkan apa yang membuat Anda marah. Ujar McKay: "Katakan, 'orang itu melukai perasaan saya dan saya sangat marah.'" Kemudian, mintalah maaf karena cara Anda meluapkan kemarahan. "Pastikan anak tahu makian — atau apa pun yang Anda lakukan itu salah" ujar Thomas.

Mengatasi amarah Anda
Untuk tetap bersabar, ikutilah beberapa aturan dasar berikut:

-Tanyakan pertanyaan yang tepat ketika anak membuat susah dan memicu kemarahan Anda, ikuti saran McKay: Daripada berpikir, mengapa dia melakukan ini pada saya? Fokus pada anak; mungkin ada alasannya. Apa dia lapar, bosan, lelah, atau ingin diperhatikan? Coba penuhi keinginannya dan jangan terbawa emosi.

-Catat kemarahan Anda saat Anda terbawa emosi. "Lihat polanya — jam saat Anda paling marah? Situasinya? ujar Deffenbacher. "Setelah Anda menemukan inti penyebab kemarahan Anda, minta pendapat mengatasinya." Anda bahkan bisa melibatkan anak Anda, katakan: "Saya sangat kesal jika kamu tidak mengerjakan tugasmu, bagaimana  supaya membuat situasi ini lebih baik? Dengan membiarkan anak memberi pendapat, Anda mendorong mereka menjadi bagian dari solusi.

-Kurangi pertengkaran rumah tangga, "Pada saat yang tenang, Anda dan pasangan harus setuju untuk mengatasi argumen secara berbeda, ujar Deffenbacher. "Jangan bertengkar di depan anak. Buat kode ketika Anda sangat marah, dan biarkan sinyal itu menjadi tanda kalau Anda ingin membahasnya nanti secara pribadi ketika suasana sudah tenang."

-Katakan emosi Anda dengan jelas, ketika anak atau orang asing membuat Anda marah, katakan "Wow, orang itu memotong jalanku — tidak sopan! Mungkin dia ada keadaan darurat atau tidak melihatku. Apa pun itu dia tidak akan merusak hariku.” ujar Deffenbacher. Dengan melakukan itu, Anda memberi contoh bagaimana mengatasi rasa frustasi sehari-hari. Dan bagaimana mengontrol emosi, sebelum Anda dikontrol emosi.

Cewek Cantik Lebih Susah Mendapat Pekerjaan


 
Lamaran kerja yang dikirim oleh  perempuan  berpenampilan menarik alias "cantik" ternyata dua kali lebih besar kemungkinannya ditolak jika dibandingkan dengan perempuan yang "tidak cantik".

Penolakan wajah cantik ini salah satu biang keladinya adalah perempuan di bagian Sumber Daya Manusia (SDM), kata Mailonline. Penyebabnya, perempuan di bagian SDM  "jealous" terhadap calon "pesaing" mereka.

Tapi,  untuk pria berlaku kebalikannya. Cowok " tidak cakep"  harus mengirimkan lamaran kerja dua kali lebih banyak untuk mendapatkan respon seperti si "cakep".

Kesimpulan-kesimpulan tersebut adalah dari hasil studi dari tim universitas Ben Gurion Israel. Studi ini mereka sebut sebagai yang pertama kali mendalami soal kecantikan dan proses penerimaan kerja di dunia nyata.

Di negara itu, lamaran kerja biasanya dilengkapi dengan foto pelamar di CV-nya. Para peneliti mengirimi setiap lowongan kerja dengan dua lamaran. Isinya sama kecuali yang satu dilengkapi pasfoto, baik orang "menarik" maupun "tidak menarik" dan satu lagi tanpa pas foto.

Terdapat 2.656 lowongan yang masing-masing dikirimi sepasang berkas lamaran kerja. Para peneliti kemudian menganalisa balasan berupa panggilan untuk wawancara kerja.

Lamaran kerja dari "cowok cakep" mendapat respon panggilan sebanyak 19,9 persen. Ini hampir  50 persen lebih tinggi  dibandingkan respon untuk "cowok tidak cakep"  yang cuma 13,7 persen.  Respon untuk lamaran tanpa pasfoto bahkan lebih kecil lagi, hanya 9,2 persen.

Hal sebaliknya berlaku untuk perempuan.  Lamaran tanpa pasfoto justru mendapat respon tertinggi  dan 22 persen lebih tinggi dibandingkan pasfoto perempuan "tidak cantik" dan 30 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan "cantik".

"Cowok cakep  mengirim lima lamaran untuk mendapat satu respon sedangkan cowok dengan tampang biasa-biasa saja perlu mengirim 11 lamaran untuk mendapatkan satu respon," kata peneliti Ze'ev Shtudiner.

"Tapi bagi perempuan pencari kerja,  lamaran yang tak menyertakan pasfoto justru mendapat respon tertinggi yaitu 22 persen lebih tinggi daripada perempuan "tidak cantik" dan 30 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan cantik," kata Shtudiner.

"Temuan kami mengenai perempuan cantik ini berlawanan dengan literatur terkini mengenai psikologi dan prilaku organisasional mengenai kecantikan yang menyimpulkan bahwa ketertarikan merupakan hal yang sama bagi laki-laki dan perempuan," katanya.

Perempuan tak cantik mendapat respon dua kali lebih banyak dibandingkan perempuan cantik.

Menurut penelitian tersebut, hal ini ada kaitannya dengan jumlah  perempuan di staf SDM perusahaan perekrut.  Para peneliti mendapati hal tersebut setelah mereka menghubungi setiap perusahaan dan bertanya tentang sosok yang bertanggung jawab dalam menyeleksi calon pegawai. 96 persen dalam kasus tersebut ternyata perempuan.

"Jelas, bukti-bukti menunjukkan bahwa alasan utama mereka dalam penolakan lamaran kerja adalah kecemburuan perempuan terhadap perempuan cantik di tempat kerja," kata Dr Ruffle.

Ingin Punya Anak Perempuan? Stop Makan Pisang!





Ingin punya anak perempuan? Menurut para ilmuwan, Anda sebaiknya berhenti makan pisang. Anda juga disarankan untuk memakan kacang-kacangan dan keju. Apa pasal?

Peneliti dari Universitas Maastricht di Belanda telah menemukan, bahwa kombinasi makanan yang tepat dan waktu seks adalah kunci utama menentukan apakah Anda akan memiliki seorang putra ataukah putri. Mereka mengatakan siasatnya yakni menahan diri mengonsumsi makanan yang kaya akan sodium dan kalium seperti pisang, teri, minyak zaitun, salami, salmon, udang, kentang, daging olahan, roti, dan kue kering. Sebaliknya mereka harus berkonsentrasi pada makanan yang kaya akan kalsium dan magnesium.

Untuk penggantinya, Anda dapat memakan makanan yang kaya akan kalsium termasuk yoghurt, keju keras, salmon kalengan, bayam, tahu, almond, oatmeal, brokoli, dan jeruk. Sementara kacang mete, sereal gandum, dan kacang-kacangan kaya akan magnesium. Demikian yang dinukil dari Times of India, Senin (13/12/2010).

Para peneliti mengklaim, bahwa makanan yang dikonsumsi pria tidak memiliki efek pada jenis kelamin bayinya.

Jika calon ibu ingin anak perempuan, para ilmuwan juga merekomendasikan melakukan hubungan seks biasa, tetapi tidak pada hari-hari sebelum atau setelah ovulasi.

Kesimpulan ini mengikuti studi selama lima tahun yang melibatkan 172 wanita Eropa Barat berusia 23-42 tahun. Semua perempuan itu sebelumnya pernah melahirkan seorang anak laki-laki dan menginginkan kehadiran anak perempuan.

Mereka diperintahkan untuk mengurangi asupan garam dan setidaknya makan produk susu dalam sehari. Para partisipan juga harus mengudap makanan termasuk roti, sayuran, buah, daging, nasi, dan pasta.

Meskipun banyak perempuan yang gagal dalam survei ini, karena tidak bisa mematuhi persyaratan atau aturan diet yang ketat pada saat melakukan hubungan seks, namun 21 perempuan tetap bertahan sampai akhir.

Dari 21 perempuan tersebut, 16 di antaranya melahirkan anak perempuan. Keberhasilan tersebut masuk angka yang menakjubkan, yaitu hampir 80 persen.

"Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kedua metode diet dan waktu meningkatkan probabilitas wanita dan dampak dari makanan yang paling menonjol," tutup juru bicara para ilmuwan yang dikutip Daily Mail.

Ternyata Begini Cara Wanita Memilih Pria


 

Pernah memiliki teman yang menyukai orang yang Anda sukai juga? Atau justru Anda tiba-tiba merasa tertarik dengan orang yang sahabat Anda kagumi di kelas? Wajar saja. Ternyata, menurut penelitian, begitulah cara perempuan berpikir mengenai pria yang disukai orang lain.

Menurut studi yang dilansir oleh Indiana University, wanita memerhatikan pria yang diperhatikan oleh orang lain. Wanita tak hanya memerhatikan apa pendapat teman-temannya tentang satu sosok pria, bahkan pendapat orang asing sekali pun akan menjadi pertimbangannya dalam menyukai satu sosok pria. Hal ini dinamakan "mencontek pilihan pasangan", dan ini sering kali terjadi dalam spesies lainnya, terutama ikan dan burung.

Dalam sebuah penjelasan, Skylar Place, pimpinan studi ini mengatakan, "Manusia tidak berada dalam satu botol vakum. Kita memiliki mekanisme yang berevolusi, yang membuat kita mengambil keuntungan dari informasi yang kita dapat dari lingkungan."

Studi ini mengikutsertakan 40 pria dan 40 wanita. Semuanya adalah mahasiswa Indiana University, yang diminta menyaksikan sebuah video tayangan dari interaksi kencan kilat yang berfokus pada sesi beberapa pasang pria dan wanita yang berkencan mini selama beberapa menit.

Setelah tayangan dari masing-masing pasangan, para responden diminta mencentang boks yang menyatakan apakah sekiranya mereka mau bertemu lagi dengan orang tadi (yang berlawanan jenis). Para penulis studi ini mengatakan, kencan-kencan mini ini ternyata merupakan sebuah lakon contoh realistis dari cara perempuan memilih pasangannya. Para responden diminta menilai rating kesuksesan kencan dari masing-masing pasangan, dan para peneliti meneliti bagaimana para partisipan ingin terlibat dalam hubungan romantis bersama individu yang ada di dalamnya.

Para responden pria secara umum menjadi tertarik dengan wanita yang ada di video dan akan bertambah tertarik jika pria yang ada di video juga terlihat tertarik dengan si wanita (apalagi jika si pria dinilai memiliki kualitas menarik juga).

Begitu pun yang terjadi pada para responden perempuan yang terlihat lebih tertarik pada seorang pria jika wanita yang ada di dalam video terlihat tertarik (tidak seperti pria). Ketertarikan pada pria pun akan menurun jika wanita yang di video tidak terlihat tertarik dengan pria itu. Oleh karena itu, disimpulkan, pendapat seseorang yang asing bagi wanita pun akan memengaruhi penilaiannya. Tentu perempuan akan memikirkan pendapat dari apa kata keluarga dan teman-temannya mengenai pasangan yang tepat untuknya. Namun, uniknya, bagi perempuan, sadar atau tidak, pendapat orang asing pun juga memiliki pengaruh.

Sunday, October 14, 2012

Mengenali Tanda-tanda Pria Beristri ? Gini nih Caranya


DIDEKATI seorang pria idaman tentu mendatangkan kebahagiaan, juga kebanggaan jika ia juga pujaan banyak wanita. Sebelum cinta makin lekat, cari tahu sudahkah si dia menikah.

Saat kencan awal dimulai di mana cinta seperti buta mungkin akan sulit bagi Anda mengetahui sudahkah si dia menikah. Namun, akan menjadi sebuah kesalahan besar bila Anda terus berhubungan dengan pria beristri.

Sebelum jalinan asmara kiat erat, sudah seharusnya Anda memeriksa latar belakang pribadinya. Tujuannya tentu agar Anda tidak sakit hati dan kecewa di kemudian hari karena ia harus kembali kembali ke pangkuan istrinya.

Ingin tahu tanda-tanda pria beristri? Berikut di antaranya, seperti diulas Allwomanstalk.

1. Anda tidak diberi nomor telepon rumahnya
Anda meminta nomor telepon rumahnya, tetapi si dia bersikeras tidak memberikannya. Ia hanya memberikan nomor ponselnya. Dengan memiliki nomor telepon rumahnya, Anda beralasan ingin tetap bisa mengetahui kabarnya saat baterai telepon selulernya habis. Toh, ia tak juga memberikannya. Sikapnya patut Anda curigai karena bisa saja ia menyembunyikan sesuatu dari Anda, yakni fakta bahwa ia telah menikah.

2. Gelagat tak nyaman saat Anda menanyakan statusnya
Jika Anda tergolong wanita yang tak suka berbelit-belit, Anda tentu ingin jawaban tegas darinya saat bertanya, sudahkah ia menikah? Di saat itu, Anda sadari si dia mulai memperlihatkan gelagat tidak nyaman. Raut wajahnya juga mulai berubah. Satu lagi pertanda bahwa ia merahasiakan statusnya yang tak lagi single.

3. Cincin tersemat di jari manisnya
Yang satu ini adalah pertanda jelas pasangan telah menikah. Kalau begini keadaannya, Anda harus mulai melupakan cintanya. Karena rasanya, tak seorang pun pria mau melingkarkan cincin di jari manisnya jika bukan karena alasan telah menikah.

4. Selalu membeli barang secara tunai
Salah satu langkah mudah untuk menutupi kebohongan soal status adalah dengan selalu membayar barang yang dibelinya secara tunai. Kalau ia membeli secara kredit, tagihan kartu kredit mungkin bisa dicurigai istrinya. Tapi jika ia memakai uang tunai, istrinya tentu tak akan mempermasalahkan. Itulah sebabnya mengapa si dia begitu sering dan terlihat memaksakan diri selalu membayar segala keperluan Anda dengan uang tunai.

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah?,Ini Jawabannya

Allah itu Siapa?
Dapet share dari suami tercinta:
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).
Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”

Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak
karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”

[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu?”
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Allahua’lam.

Rajinlah Menjawab Jika Anak Bertanya ?Inilah Alasannya

Anak Anda terus saja bertanya mengapa, meski Anda tak selalu dapat menjawab. Kok balita tidak bosan-bosan bertanya, ya?
 

Selalu ingin tahu. Anda kerap frustrasi dan kesal dengan pertanyaan "mengapa". Memang begitu. Tuhan menciptanya juga sudah begitu. Mungkin itu jawaban Anda atas pertanyaan balita empat tahun, Mengapa bintang ada di atas? Mengapa kuku kucing tajam? Mengapa ada angin? dan seterusnya. Menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini, Anda frustrasi karena dua hal. Pertama, Anda tidak tahu jawaban sebenarnya. Kedua, Anda bingung menyusun kalimat sederhana yang dapat dimengerti anak. Akar dari rasa frustrasi ini adalah kesalahpahaman Anda terhadap bahasa anak, dan Anda berpikir ketika anak bertanya mengapa, sama seperti orang dewasa bertanya "mengapa". Jawaban sebab-akibat yang Anda berikan kepada anak pun jauh dari tujuan, dan anak pun gagal terpuaskan.

Pahami bahasa anak. Saat lahir, satu-satunya cara anak berkomunikasi adalah dengan menangis. Ia menggunakan bunyi yang sama untuk mengatakan "saya lapar", "saya bosan", "popok basah nih" dan "Ibu, sini dong." Keajaiban terjadi saat Anda mulai paham makna tangis bayi, dan menandai setiap tangisannya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginan berbeda. Ibarat dua penari yang masih canggung pada awalnya, Anda dan anak kian mahir dalam saling memahami. Saat anak mulai belajar berkata-kata, kata-kata belum digunakan secara tepat seperti halnya orang dewasa. Ketika anak mengatakan "anjing", yang dimaksud adalah semua binatang. Tetapi, dengan berkembangnya keterampilan anak bicara, ia berbicara seperti orang dewasa. Ini terjadi bersamaan dengan berkembangnya rasa ingin tahu balita.

Bertanya terus. Anak-anak sangat ingin tahu mengapa segala sesuatu terjadi. Pertanyaan "mengapa" yang mereka ajukan sebenarnya bagian dari perkembangan perbendaharaan katanya. Sejak usia tiga tahun, anak menunjukkan kehausannya untuk memahami dunia sekitar. Ia sangat ingin berkomunikasi. Anak usia ini juga sangat termotivasi untuk belajar. Kata "mengapa" bukan semata untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk berkomunikasi. Di usia empat tahun, kata "mengapa" langsung dikaitkan dengan sesuatu seperti, "Mengapa anjing menggonggong?" Yang ada dalam pikiran anak saat ia bertanya "mengapa" adalah "Wah, menarik sekali. Ceritain dong, anjing itu apa?" Anak-anak usia ini tidak butuh penjelasan sebab-akibat. Mereka hanya butuh perhatian dan ingin Anda bercerita apa saja tentang sesuatu yang ditanyakan.

Menambah perbendaharaan kata. Pertanyaan "mengapa" yang terus-menerus memang melelahkan. Anda kerap berharap "mengapa" itu segera berakhir. Meski begitu, Anda tetap perlu sabar. Menjawab pertanyaan atau sekadar bercerita tentang topik yang diajukan anak merupakan "makanan" bagi rasa ingin tahunya. Jawaban-jawaban Anda juga dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak dan memberi pemahaman lebih baik tentang arti kata.

6 Faktor Ini Dapat Menentukan Jenis Kelamin Bayi


Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja.” Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Bisa!

Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat menentukan jenis kelamin pada calon buah hati Anda, diantaranya:

1. Faktor makanan

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam, mineral kalium dan natrium.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium (lihat jenis makanan diatas).

2. Faktor waktu (kapan berhubungan)

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 2–3 hari sebelum ovulasi (masa subur). Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Waktu berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya.

Bagaimana mengetahui periode masa haid? Pada saat temperatur atau suhu tubuh meningkat. Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record dan alatnya dapat dibeli di apotek-apotek.

3. Faktor penetrasi

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Suami harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Suami disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam pada saat berhubungan, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.

4. Faktor Orgasme

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Upayakan istri dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan.

5. Faktor persiapan istri

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Sebelum coitus, basuh vagina dengan 2 sendok makan larutan white vinegar/cuka yang sudah dicampur dalam 1 liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda kue yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih, sehingga suasana menjadi basa.

6. Faktor posisi

* Jika menginginkan seorang bayi perempuan

Disarankan posisi waktu berhubungan adalah yang klasik/berhadapan yaitu, posisi istri di atas suami sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim.

* Jika menginginkan bayi laki-laki

Posisi suami pada waktu berhubungan berada di atas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).

Jika Anak Bertanya Apa Itu Sex? Ini Jawabnya


 
Mungkin anda akan bingung ketika si buah hati menanyakan soal seks kepada anda nah kali ini danoeshare akan berbagi tips jika si buah hati bertanya soal seks.
Kapan Anak Mulai Tertarik Soal Seks

Seperti dilansir Kids Health, anak sama seperti manusia lainnya adalah makhluk seksual dan hanya sedikit orangtua yang memahami hal tersebut.
Oleh karena itu, anak-anak pun, bahkan sejak dini, terkadang penasaran pada tubuh mereka sendiri, terutama bagian-bagian vitalnya.

Jika penasaran itu ada, hal tersebut normal dan sehat.

Perilaku ‘Seks’ Apa Yang Sering Ditunjukkan Anak?

Anak-anak terkadang menyentuh diri mereka sendiri, saat mereka telanjang.
Misalnya saja ketika mereka mandi atau sedang dipakaikan pampers atau celana.
Pada tahap perkembangan ini, mereka tidak memikirkan kesopanan.
Saat anak-anak menyentuh area pribadi mereka, jangan marahi atau membuat mereka malu.
Adalah wajar bagi anak-anak tertarik pada tubuh mereka sendiri.
Para orangtua bisa mulai khawatir jika sepertinya anak mulai ‘memainkan’ kelaminnya, sampai lupa aktivitas lain.
Beritahu anak dengan kalimat yang dapat dimengerti kalau aktivitas itu bisa membahayakan area pribadinya.
Apakah sebaiknya menggunakan nama pengganti untuk area pribadi?

Saat anak sudah berusia tiga tahun, orangtua sebaiknya menggunakan nama anatomi tubuh yang benar.
Memang sepertinya akan aneh, namun tidak ada alasan kenapa Anda harus memakai nama lain padahal anak sudah bisa mengucapkan kata itu dengan jelas.
Kata seperti penis dan vagina, harus disebutkan dengan jelas, jangan sampai Anda terdengar malu-malu atau malah konyol.
Ke depannya, anak-anak pun akan menggunakan kata tersebut secara sopan, tanpa ada tujuan untuk mempermalukan atau malah malu.
Bagaimana jika anak bertanya dari mana bayi berasal?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut tergantung dari usia si anak.
Anak-anak di bawah usia enam tahun, lebih bisa menerima jawaban yang simple.
Misalnya saja, Anda bisa menjawab kalau bayi berkembang dari telur yang ada di perut ibu (dengan menunjukkan perut) dan keluar dari tempat yang spesial bernama vagina.
Anda tidak perlu menjelaskan detail soal ritual bercinta untuk membuat bayi tersebut karena anak-anak usia dini belum memahaminya.

Namun jika memang mau sedikit detail, Anda bisa menambahkan dengan penjelasan kalau pria dan wanita saling mencintai, sehingga suka berdekatan satu sama lain.
Saat itu, sperma pria bersatu dengan telur wanita dan setelah itu, bayi mulai berkembang.
Untuk anak-anak, memberikan jawaban melalui buku-buku pengetahuan seks juga bisa dilakukan.
Apakah Orangtua perlu diskusi dengan anak-anak soal seks?

Mempelajari soal seks bukanlah sesuatu yang harus didiskusikan dalam waktu tertentu.
Seharusnya, hal itu adalah sebuah proses yang terjadi dengan sendirinya. Misalnya saja saat anak tengah bermain dan tiba-tiba tertarik menanyakan hal itu pada orangtua.
Kalau anak tidak bertanya soal topik seks, abaikan saja topik tersebut. Namun di saat anak usia lima tahun, Anda bisa mulai memperkenalkan melalui buku-buku pengetahuan sesuai umur mereka.

Terkadang orangtua kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk memberikan penjelasan dan buku-buku biasanya bisa membantu.Jika anda masih kesulitan menjawab pertanyaan buah hati coba dengan yang ini.

Saturday, October 13, 2012

Ternyata Cantik Alami Lebih mahal Daripada cantik Polesan

 

Tampil cantik natural ternyata membutuhkan lebih banyak biaya dibandingkan terlihat menarik dengan make-up atau penataan rambut. Sebuah survei terbaru mengungkapkan, waxing, pewarnaan rambut, mencabut alis dan mengikir kuku menjadi bagian dari 'kerja keras' yang dilakukan wanita sebagai konsekuensi demi terlihat cantik alami.

Survei yang diadakan oleh nice'n easy, brand produk shampo pewarna rambut, menemukan bahwa lebih dari setengah wanita setuju membutuhkan banyak usaha untuk tampil alami. Hanya sedikit atau kurang dari sepertiga responden yang merasa dirinya cantik secara natural.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa banyak wanita yang menyembunyikan rahasia kecantikannya. Atau perawatan apa saja yang sudah dilakukan sehingga membuat mereka terlihat cantik tanpa polesan.

Para pria pun percaya bahwa kebanyakan wanita sudah cantik dari asalnya. Sebanyak 90 persen dari 2.000 pria yang disurvei mengatakan, pasangan mereka memiliki kecantikan alami (tanpa perawatan -red).

Hasil penelitian ini pun memunculkan pertanyaan baru; apakah pria benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu kamar mandi wanita? Sepertinya tidak, karena 1/4 dari wanita yang mengikuti survei mengaku punya setidaknya satu rahasia kecantikan yang tak akan mereka bagi pada wanita lainnya bahkan pasangan.

Sementara 23 persen wanita bahkan tidak memberitahukan ritual kecantikan mereka kepada siapapun, termasuk teman dekat. Perawatan kecantikan nomor satu yang paling mereka rahasiakan adalah waxing dan bleaching rambut pada tubuh. Ada 27 persen responden yang mengaku itu merupakan rahasia yang paling memalukan jika sampai diketahui oleh pasangan mereka.

Ini dia beberapa perawatan kecantikan lainnya yang banyak dilakukan wanita untuk mendapatkan kecantikan alami, seperti dikutip dari Female First:

- waxing atau bleaching rambut halus di tubuh
- brazilian waxing
- memutihkan gigi
- mencabut alis
- mewarnai rambut

Sebelum Melakukan Pendekatan ,4 Hal Inilah yang Dilihat Pria Dari wanita





 
Pria mendekati wanita yang menarik baginya tentu bukan tanpa alasan. Tidak hanya penampilan fisik, ternyata para pria juga menilai kepribadian terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan pendekatan. Berikut ini empat hal yang dilihat pria sebelum mendekati wanita seperti dilansir dari iDiva.

1. Kontak Mata
Kebanyakan pria senang jika wanita yang diajaknya berbicara menatap matanya. Hal itu menunjukkan bahwa Anda juga tertarik dengannya. Untuk itu, tataplah mata si dia selama berbicara jika Anda ingin pria incaran segera mendekati Anda.

2. Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh yang Anda lakukan ternyata juga membuat pria dapat melihat apakah Anda bisa didekati atau tidak. Wanita yang terlihat murung dianggap tidak menarik bagi pria. Sebaliknya, wanita yang tampak ceria cenderung lebih menarik dan menunjukkan bahwa pria boleh mendekatinya.

3. Penampilan
Walaupun wanita yang berpakaian terlalu glamor kadang membuat pria takut untuk melakukan pendekatan, namun faktanya penampilan fisik tetap menarik perhatian pria. Untuk itu, kenakanlah pakaian yang sesuai dengan acara yang didatangi tanpa terlalu berlebihan.

4. Tidak Lusuh
Pakaian lusuh yang membuat Anda tampak seperti baru bangun tidur sangat tidak menarik bagi kebanyakan pria. Untuk itu, tetaplah berpakaian rapi walaupun Anda sedang ingin tampil kasual.

3 Benda Ini Dapat Menyebabkan Rusaknya Kulit Wajah

 

1. Kacamata hitam
"Anda pasti kaget dengan jumlah bakteri yang bisa tumbuh di kacamata hitam atau di kacamata yang disarankan dokter," ujar ahli dermatologi David Bank dari The Center for Dermatology, Cosmetic & Laser Surgery di New York. Mulailah berpikir dua kali untuk menaruh kacamata di dalam tas atau di atas meja restoran. Untungnya, bakteri di kacamata bisa hilang dengan mencuci kacamata menggunakan sabun tangan antibakteri dan air beberapa hari sekali.

2. Telepon seluler
"Ponsel itu seperti wadah khusus untuk bakteri," ujar David Bank. Ponsel bisa ditempati bakteri lebih banyak dari barang lain. Ia merekomendasikan untuk membersihkan ponsel Anda dengan tisu antibakteri setiap sebelum menggunakannya (atau setidaknya sekali sehari).

3. Kuas make-up
Barang itu adalah "penampung bakteri," menurut Bank. Untuk membasmi kuman di kuas make-up, Anda bisa menyemprotkan pembersih antibakteri seperti BodyographyPro The Brush Off Anti-Bacterial Makeup Brush Cleanser sepekan sekali.

Duh, Si Kecil Bertanya Soal Seks, Bagaimana Jawabnya?

 

REPUBLIKA.CO.ID, Inilah hal mengejutkan dari anak-anak. Tanpa diduga, mereka akan menanyakan berbagai hal yang membuat wajah orang tua merah padam. Sebut saja, pertanyaan seputar seks atau yang belakangan ini bikin heboh soal istri simpanan.
Bila ini yang terjadi, psikolog anak dari Potentia Centre, Ike R Sugianto, menyarankan agar orang tua tidak langsung bereaksi negatif.

Orang tua, kata Ike, sebaiknya menggali terlebih dahulu sejauh mana pehamanan anak akan makna kata tersebut. Hal ini karena bisa jadi sang anak mendapatkan jawaban lain atau ia memahami secara berbeda.

Ia mencontohkan, misalnya si anak bertanya ‘’istri simpanan itu apa Ma,’’, maka sang ibu bisa kemudian bisa sedikit bertanya kepada sang putri, ‘’Adik tahu kata itu dari membaca atau menonton? Kalau adik tahunya apa arti kata itu.’’

Setelah anak menerangkan arti kata tersebut menurut dia atau bahkan tak mengerti, maka perlu disadari bahwa orangtua harus meluruskan pandangan anak terhadap kata tersebut. Usai menyadari hal tersebut, selalu gunakan kata-kata sederhana yang dimengerti anak.
Biasanya anak akan mengerti maksud dari tak mengatakan kepada siapa pun atau sifatnya rahasia, sehingga harus ditutupi. Kemudian orang tua bisa mengaitkan hal tersebut kepada nilai lainnya yang dimengerti anak. Misalnya, menurut dia, tanyakan pada si anak, ''Kalau adik punya nilai jelek kemudian nggak bilang-bilang sama bunda sama ayah, menurut adik itu benar atau salah? Atau jika adik memecahkan vas bunga kemudian adik nggak bilang-bilang, itu benar atau salah?''

Biasanya anak akan lebih mudah mengerti dan menerima, ketika hal tersebut sudah disangkut pautkan dengan nilai lain yang ia mengerti. Selain itu orangtua juga harus menggaris bawahi sejak awal, bahwa sebuah pernikahan itu harus dilandasi rasa saling menyayangi dan menghormati.

Jika ada sebuah kata yang sulit untuk kita jelaskan kepada sang anak, sebaiknya sang ibu atau orangtua menjelaskan bahwa ia akan mencari tahu terlebih dahulu baru dijelaskan kepada sang anak. ‘’Misalnya, sebelumnya bunda mencari tahu dulu kata itu, kamu sabar dulu ya,’’ tutur Ike.

Yang tidak kalah penting, lanjut Iken, jangan pernah menanggapi hal tersebut secara berlebihan atau emosional, karena sang anak bisa teringat kata-kata tersebut. Misalnya, sang ibu menyatakan ‘’Dik, besok-besok jangan pernah ngomong soal istri simpanan lagi ya, karena itu nggak baik,’’, maka anak akan menanggapi dengan terus mengingatnya.
Selain tidak menanggapi hal itu dengan berlebihan, orangtua juga jangan pernah menghindari pertanyaan dari anak. Ia menjelaskan, misalnya orangtua menyebut ‘’Kamu nggak usah nanya-nanya itu, itu nggak baik atau jangan bertanya kata-kata itu, tugas kamu ya belajar,’’.
Berikut adalah langkah-langkah agar diskusi anak dan orangtua semakin hangat:
Ketika anak mulai bertanya makna sebuah kata, maka hal pertama yang harus diingat ialah orangtua harus mengetahui sejauh mana pemahaman sang anak.
Ciptakan suasana nyaman dirumah, sehingga anak bisa berdiskusi dua arah antara orangtua dan anak.

Tanyakan sejauh mana sang anak mengerti makna kata tersebut, misalnya dengan bertanya, ’Menurut adik sendiri makna kata itu apa?’’
Ketika anak mulai bertanya makna sebuah kata yang berkonotasi negatif, jangan pernah bereaksi berlebihan, misalnya dengan mengatakan ‘’Ingat ya, jangan pernah ngomong istri simpanan itu tidak baik.''

Reaksi berlebihan bisa membuat anak akan terus mengingat kata tersebut.
Saat menjawab selalu gunakan kata sederhana yang bisa anak mengerti. 
Berikan penjelasan yang singkat dan tak perlu mendetail, apalagi mulai menggunakan kata penilaian seperti itu tindakan buruk yang tak boleh diikuti.
Orangtua juga kemudian bisa mengarahkan dengan balik bertanya misalnya dengan mengarahkan bahwa sesuatu yang diam-diam itu baik atau tidak?
Orangtua juga bisa menggunakan nilai lain ketika sang anak mulai mengerti kata itu, misalnya dengan mengatakan kalau adik memecahkan vas bunga kemudian nggak bilang-bilang itu baik atau tidak?

Orangtua juga bisa menggunakan media lain seperti dengan menggambar atau bermain peran ataupun dengan boneka agar anak bisa lebih mudah mengerti.

4 Kebohongan yang dilakukan Wanita Untuk Kebaikan

Berbohong, siapa sih yang mau dibohongi ? Rasanya tidak ada satupun orang didunia ini yang ingin dibohongi, namun kadang kala seseorang harus berbohong untuk kebaikan, begitu juga dengan wanita, wanita terkadang berbohong untuk kebaikan, kebanyakan wanita melakukan kebohongan untuk menjaga perasaan orang lain atau untuk menjaga hubungan asmara agar tidak hancur.
Berikut 4 kebohongan yang wanita untuk kebaikan yang dikutip wolipop dari all women stalk

1. Harga Barang yang Dibelinya
Banyak wanita yang berbohong kepada pasangannya tentang harga sebenarnya dari barang yang dibelinya. Biasanya wanita akan mengatakan bahwa barang tersebut murah atau sedang diskon, padahal belum tentu benar. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertengkaran maupun nasihat dari pasangannya karena kebiasaan belanja mereka yang suka boros.

2. Nomor Telepon
Biasanya hal ini dilakukan sebagai penolakan secara halus. Sebagian besar orang tidak suka dengan penolakan, jadi agar tidak terlalu menyakitkan, banyak wanita yang memalsukan 1-2 angka saat mereka memberikan nomor teleponnya pada pria yang tidak menarik perhatian mereka.
3. Waktu
"10 menit lagi, aku sudah hampir sampai," ini adalah salah satu contoh kebohongan yang sudah sangat sering terdengar dari wanita. Tidak dapat dipungkiri wanita memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan apapun, misalnya berdandan. Hal itu dilakukan untuk menenangkan pasangan sementara waktu ketika mereka belum bersiap-siap, sementara kekasihnya sudah lama menunggu di tempat janji temu.
4. "Aku Baik-baik Saja"
Ketika seorang wanita mengatakan "Aku baik-baik saja," ini adalah sebuah triknya untuk menyampaikan perasaan kesal dan marah kepada pasangannya. Pada situasi tersebut sebenarnya wanita berada dalam kondisi paling rapuh sehingga mereka lebih memilih menutupi perasaannya. Namun yang paling mereka harapkan setelah mengatakan ini adalah pasangan mereka langsung bisa memahami, berusaha memberikan dukungan atau memeluknya.
sumber

Jika Anak Bertanya Bagaimana Mama Bisa Hamil? Ini Jawabnya




Bila si kecil mulai bertanya bagaimana benih yang ada di kandungan mama itu bisa diberi atau didapat oleh sang papa. Beginilah jawabnya.

Anda sama sekali tidak perlu membohonginya dengan mengatakan bahwa benihnya dibeli di rumah sakit atau di apotik. Anak perlu mendapatkan penjelasan yang sebenarnya. Jangan lupa, tugas kita sebagai orangtua untuk membuatnya tahu.

Bapak dan ibu bisa menjelaskannya demikian "Benih itu tumbuh di dalam tubuh Papa. Di perut? Bukan, tapi di dalam buah zakar. Kakak sudah tahu di mana letak buah zakar? Itu lho yang bulat di bawah penis. Kakak juga punya `kan?

Sambil menjawab Anda juga bisa sekaligus melatih balita Anda itu mengenal tubuhnya. Jadi tunjukkan saja di mana letak buah zakar.

Jika sebelum ini Anda tidak pernah menggunakan sebutan yang benar untuk kelamin, inilah saatnya bagi Anda untuk memberitahukannya. Dengan demikian anak menjadi jelas, mana yang disebut buah zakar atau penis itu. Jika kebetulan balita Anda perempuan, gunakan gambar manusia untuk menunjukkannya.