Showing posts with label Info gadget. Show all posts
Showing posts with label Info gadget. Show all posts

Monday, October 15, 2012

Saatnya Menjajal Kekuatan dan Kemampuan Kerja Sony Vaio T13


yangcanggih.com - Sejak platform Ultrabook dikenalkan Intel, hampir semua produsen komputer memiliki jajaran laptop tipis. Tapi lain halnya dengan Sony. Jauh sebelum konsep Ultrabook diperkenalkan, Sony sudah lebih dulu menyediakan laptop-laptop tipis keren dengan harganya cukup tinggi.

Nah, kini Sony juga ikut meramaikan pasar Ultrabook. Jika vendor lain sudah memperkenalkan jajaran Ultrabook andalannya sejak tahun 2011 lalu, Sony mengeluarkan Ultrabook perdananya yang langsung menggunakan prosesor Intel Core generasi ketiga (Ivy Bridge) dan dipasarkan dengan harga yang ternyata cukup terjangkau.

Konsep & desain
Cukup banyak Ultrabook sering dicap sebagai produk kloning dari Apple MacBook Air. Dan hal tersebut sedikit banyak ada benarnya juga, apalagi melihat desain Ultrabook yang dimiliki beberapa vendor. Nah, Sony VAIO T Series ini menghadirkan konsep desain yang sama sekali berbeda dengan MacBook Air.

Sony VAIO T13 menyajikan garis desain yang rapi dan tegas di sekeliling bodinya. Bodi setebal 17,8mm memang tidak menjadikannya Ultrabook paling tipis di pasaran, tapi setidaknya cukup tipis dan mudah dibawa mengingat bobotnya yang hanya 1,5kg. Mengapa kurang tipis? Rupanya Sony lebih mementingkan kelengkapan port yang ada di T13, terbukti dengan ditemukannya 2 port USB, HDMI, VGA, slot memory card dan Ethernet RJ-45. Jadi tidak ada kebutuhan untuk adaptor khusus jika ingin menggunakan port tertentu.



Keyboard chiclet menjadi tumpuan bagi penggunanya dan ternyata performanya tergolong baik. Tombol keyboard cukup nyaman digunakan, dengan ukuran dan respons yang baik. Layar 13,3 incinya juga baik, walaupun agak buram jika dilihat dari samping.

Desain T13 juga termasuk kokoh, terutama pada engsel di bagian bawah layarnya. Begitu Anda membukanya, bagian bawah laptop akan sedikit naik sehingga membuatnya agak miring. Posisi yang memberikan kenyamanan saat mengetik ini mirip seperti mekanisme pada Sony VAIO Z yang harganya jauh lebih mahal.

Performa
Untuk Indonesia, Sony menyediakan varian T13 yang menggunakan SSD 128GB sebagai media penyimpanan. Ditunjang dengan prosesor Intel Core i7-3517U, RAM 4GB serta chip Intel HD Graphics 4000, kinerja yang dihasilkan termasuk memadai untuk berbagai tugas. Waktu booting cukup standar dan setara dengan Ultrabook yang lain.

Sementara itu terdapat teknologi Rapid Wake + Eco yang menghasilkan daya tahan baterai lebih lama dan mempercepat kembalinya laptop dari mode tidur. Satu lagi fitur inovatif adalah fungsi untuk mengisi baterai gadget tanpa harus masuk ke Windows.

Saat mengujinya, kami dapat memutar video Full HD sambil membuka browser dengan banyak tab tanpa kendala berarti. Menyunting foto dan video juga dapat dilakukan, selama masih terbatas pada kebutuhan yang sederhana. Kami juga menguji performanya untuk memainkan game. Peningkatan dari Intel HD Graphics 3000 cukup terasa, walaupun tentunya masih belum sebaik chip grafis AMD Radeon atau Nvidia GeForce. Bagi yang ingin memainkan game 3D dan rela mengaturnya pada setting yang rendah, dapat menggunakan VAIO T13 ini.



Kualitas audio yang dihasilkan cukup baik. Speaker internalnya mampu menghasilkan suara jernih dan jelas, dengan tingkat volume sedang yang mungkin tidak akan terdengar di tengah keramaian kampus atau mall. Untuk daya tahan baterai, Sony VAIO T13 mampu bertahan sekitar 4,5 jam dengan kondisi Wi-Fi menyala dan setting kecerahan layar 30 persen.

Kesimpulan
Dibandingkan Ultrabook generasi pertama keluaran vendor lain, Sony VAIO T13 memang terasa lebih matang walau tetap memiliki kekurangan seperti daya tahan baterai yang cukup standar, rangka yang tidak setipis pesaingnya serta desain yang relatif kaku.

Performa yang dihasilkan cukup baik dan yang paling menarik adalah harganya. Sirna sudah mitos bahwa produk Sony dijual terlalu mahal. Sony VAIO T13 ini dijual di kisaran Rp 11 juta, lebih murah dibandingkan Ultrabook merek lain dengan spesifikasi serupa. Bahkan harganya juga di bawah MacBook Air yang masih menggunakan prosesor Intel Core i5.

Singkat cerita, bagi Anda yang menginginkan sebuah laptop yang memiliki desain minimalis dan performa handal, Sony VAIO T13 layak menjadi pilihan. Tentunya jika Anda tidak mempermasalahkan bodi yang kurang tipis dan daya tahan baterai yang hanya rata-rata.

Kelebihan:
+ Desain rapi, minimalis dan tidak menyontek produk merek lain
+ Keyboard nyaman
+ Performa amat baik
+ Konektivitas lengkap, tanpa butuh adapter khusus
+ Harga menarik, untuk spesifikasinya

Kekurangan:
- Daya tahan baterai standar
- Bodi tidak setipis Ultrabook kebanyakan

4 Alasan iPad Masih Merajai Pasar Tablet Dunia


 
yahoo.com - Sebagaimana jagoan di film kungfu yang selalu dikeroyok namun selalu menang, Apple iPad masih terus duduk sebagai penguasa tertinggi dunia pertabletan. Walaupun terus dihantam serbuan tablet Android dari berbagai merek yang mengusung berbagai konsep, iPad tetap menjadi tablet yang paling laris di dunia.

Dengan tidak membandingkan daftar spesifikasi dengan tablet pesaingnya, kami telah menemukan 4 alasan mengapa iPad begitu memesona dan terus diminati penggunanya.

1. Aksesori yang inovatif dan bervariasi
Seperti iPhone, ratusan produsen berlomba-lomba mengeluarkan aksesori bagi iPad. Cakupannya cukup menakjubkan — mulai dari berbagai jenis cangkang, stand, speaker khusus iPad sampai dudukan iPad untuk di mobil. Dengan maraknya penunjang tersebut, Anda dapat menggunakan iPad dengan berbagai cara dan gaya.

Bahkan setelah muncul iPad generasi yang lebih baru, sebagian aksesori tersebut (kecuali cangkang) biasanya kompatibel dan masih dapat digunakan. Bayangkan jika Anda membeli tablet Android yang memiliki beragam bentuk, spesifikasi, bahkan jenis konektor yang berbeda. Tentunya itu merupakan tantangan tersendiri bagi produsen aksesori.

2. Ekosistem platform iOS lebih matang
Sejak iPad generasi pertama, Apple terlihat sudah memikirkan masak-masak mengenai konsep sebuah tablet yang dapat diterima semua lapisan pengguna.

Walau iPhone sudah sukses dan memiliki ratusan aplikasi, ternyata Apple masih terus mengusahakan munculnya deretan aplikasi yang khusus dirancang bagi iPad. Hasilnya, cukup banyak aplikasi yang berguna dan menarik di App Store yang khusus ditujukan untuk iPad, bukan hanya sekedar aplikasi iPhone yang diperbesar saja.

Contoh nyata: Saya merasakan betapa mudahnya menemukan aplikasi yang berkualitas untuk edukasi anak balita di App Store dan betapa susahnya menemukan aplikasi dengan tingkat kualitas yang sama di Play Store.

Kualitas aplikasi tablet menjadi salah satu kekurangan platform lain, termasuk Android. Walaupun jumlah aplikasi di Play Store cukup banyak dan terus bertambah, hanya sebagian kecil yang dirancang khusus untuk tablet Android. Masih banyak aplikasi untuk tablet Android yang belum terpoles dan terkesan amburadul. Hal ini juga diakui oleh Google, yang baru saja merilis panduan merilis aplikasi untuk tablet.

3. Memperkenalkan inovasi yang relevan
Apple iPad terkesan cukup pelit dalam hal fitur baru. Namun saat mengenalkan iPad generasi terbaru, ada beberapa peningkatan spesifikasi yang kecil tapi signifikan. Contohnya saat Apple mengumumkan iPad 2. Hanya dengan mengurangi bobot dan ketebalan bodi, meningkatkan kinerja prosesor serta menambah kamera yang pas-pasan, Apple berhasil menghadirkan pengalaman menggunakan tablet yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Inovasi keren lainnya saat pengumuman iPad 2 adalah Smart Cover. Dengan cover magnetik, iPad akan mati saat tertutup cover tersebut. Inovasi ini terlihat kecil, tapi amat relevan dan berguna di praktik sehari-hari. Tablet lain? Sebagian mengacuhkan, sebagian meniru.

Contoh terbaru adalah pengenalan New iPad dengan Retina Display. Sampai saat ini belum ada tablet di platform lain yang memiliki layar dengan resolusi setinggi New iPad. Hebatnya lagi, dengan konsumsi daya yang meningkat akibat layarnya, daya tahan baterai tetap berhasil dipertahankan di kisaran 10 jam. Manajemen daya yang hebat ini ternyata masih belum lazim ditemukan di produk tablet lainnya.

4. Konsep Apple Store yang nyaman
Apple Store biasanya memiliki staf yang ramah dan siap membantu. Mereka tidak terlalu "antusias" menawarkan produk. Sebaliknya, mereka akan memberi informasi mengenai apa yang bisa Anda lakukan dengan iPad (atau produk Apple lain) yang selalu tersedia unit contohnya.

Teknik menjual yang halus ini masih jarang ditemukan di toko lain, apalagi di toko yang menjual banyak barang dari berbagai merek. Dengan pengalaman membeli yang menyenangkan dan tanpa tekanan, konsumen menjadi lebih santai dan pada akhirnya lebih lunak untuk diarahkan.

Tentunya empat alasan di atas tidak akan berarti banyak jika kualitas rancangan dan spesifikasi iPad masih buruk. Paduan harmonis desain yang cantik dengan kinerja yang andal terbukti manjur untuk merajai pasar tablet.

Satu lagi pesan yang ingin disampaikan di sini adalah betapa pentingnya faktor eksternal di luar sebuah produk teknologi untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang baik, yang kemudian berujung menghasilkan angka penjualan yang baik pula.

Bagi para pembaca, alasan apa yang Anda miliki untuk membeli (atau tidak membeli) iPad?

Friday, October 12, 2012

Oppo Find X990, Smartphone Keren Dari China




tergaptek.com -
Perkembangan di dunia Gadget sekarang ini semakin melesat. Setelah baju saja heboh dengan peluncuran iPhone 5, akan datang lagi smartphone yang berasal dari pabrikan asal Cina. “Oppo”, mungkin namanya kurang familiar di telinga kita. Oppo merupakan sebuah produsen smartphone asal Cina yang mungkin kiprahnya masih kalah jauh dibanding dengan produsen-produsen smartphone lainnya semisal ZTE, Huawei, dll. Jangan salah, kualitas smartphone yang berasal dari Cina kini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Oppo akan menggebrak lewat sebuah produk yang diberi nama Oppo Find 5 X990.

Sebuah smartphone tertipis yang ada dipasaran dengan ketipisan body mencapai 6.65mm yang kabarnya merupakan smartphone pertama di dunia yang layar 5 inci yang sudah memiliki resolusi setara TV Full HD, yaitu 1920x1080. Dengan resolusi tinggi tersebut, ketajaman gambar yang mampu dihasilkan oleh smartphone ini lebih bagus jika dibandingkan dengan beberapa smartphone yang baru saja diperkenalkan seperti iPhone 5 dengan densitas piksel 326 PPI, ataupun Nokia Lumia 920 dengan densitas piksel 331 PPI. Oppo Find 5 X990 ini menawarkan densitas piksel yang lebih tinggi, yaitu 441 PPI. Semakin tinggi angka ppi, maka semakin tak terlihat piksel dan semakin halus gambarnya.

Oppo Find 5 juga dibekali dengan prosesor dari Qualcomm terbaru yakni quad core Snapdragon S4 Pro, termasuk konektivitas 4G LTE. Sedangkan os yang dipakai yaitu os android terbaru versi 4.1 Jelly Bean, RAM 2GB, baterai 2500mAh, dan pilihan memori internal 16GB dan 32GB. Kameranya pun tak main-main, yakni 12 megapixel di bagian belakang dan 2 megapixel di depan. Oppo Find 5 disebut-sebut akan menjadi pesaing dari Galaxy Note 2, LE Intuition 4G, bahkan juga siap menjadi pesaing dari smartphone yang tengah disiapkan HTC, yang kabarnya juga hadir dengan layar 5 inci dan resolusi HD 1080p. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti berapa harganya dan apakah Smartphone ini akan dipasarkan keluar Cina atau tidak. Kita tunggu berita baiknya..

Thursday, October 11, 2012

Promo BlackBerry 10, CEO RIM Sambangi Indonesia


foto

TEMPO.CO, Jakarta - Research in Motion (RIM) mengadakan tur untuk mempromosikan sistem operasi terbarunya yang akan dirilis pada kuartal pertama 2013, BlackBerry 10. Sebagai salah satu pasar terbesarnya, Indonesia ikut dikunjungi.

Pucuk pimpinan perusahaan asal Kanada ini ikut diboyong ke Jakarta, termasuk CEO RIM Thorsten Heins, Chief Marketing Officer Frank Boulben, dan Executive Vice President for Smartphone Business, Carlo Chiarello.

"Agenda kami antara lain mengunjungi klien dan distributor di Indonesia. Ini tidak hanya untuk mempersiapkan peluncuran BlackBerry 10, tapi juga untuk melakukan demonstrasi yang ekstensif atas platform ini," ujar Frank Boulben dalam pertemuan dengan beberapa wartawan di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Oktober 2012.

Ia juga menyatakan, salah satu hal yang dibicarakan dengan klien dan distributor adalah strategi pemasaran produk RIM.

Boulben menyatakan bahwa ke depannya para petinggi RIM ini akan makin sering bertandang ke Indonesia.

Sebelumnya, beberapa situs teknologi menyebutkan bahwa Clint Robinson, President of Government Relations RIM, menyatakan BlackBerry 10 akan diluncurkan pada Maret 2013. Namun, Boulben enggan mengkonfirmasi hal ini.

"Yang jelas akan meluncur pada kuartal pertama tahun depan," ujarnya.

Satu hal di Indonesia yang membuatnya terkesan adalah adanya taksi yang menyertakan PIN BlackBerry di kendaraannya. Ia cukup kaget, karena menurutnya hal ini baru ia temukan di Indonesia. "Ini merupakan tanda bahwa layanan BlackBerry sangat penting di sini," katanya.

5 Kecanggihan Samsung Galaxy Note 10.1 Dibandingkan iPad


yahoo.co.id - Pasar tablet kini memang sedang meledak di mana-mana, sehingga tidak heran jika semakin banyak vendor berlomba-lomba mengeluarkan tablet dengan konsep masing-masing.

Mengingat posisinya sebagai pemimpin pasar tablet dari segi penjualan, maka cukup wajar jika iPad menjadi acuan dan barometer untuk menilai sebuah tablet. Nah, kira-kira apa saja keunggulan Samsung Galaxy Note 10.1 terbaru jika dibandingkan dengan Apple iPad? Simak berikut ini:



1. Multiscreen
Inilah fitur yang belum dimiliki iPad. Bahkan generasi tablet Android keluaran Samsung sebelumnya juga tidak memiliki fitur ini. Singkatnya, Multiscreen akan dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus secara berdampingan di layar Samsung Galaxy Note 10.1 yang lega.

Misalnya, Anda bisa membuka browser dan S-Note sekaligus, lalu memindahkan gambar yang didapat di browser ke S-Note tanpa harus menutup aplikasi tersebut. Contoh lain, Anda bisa menjelajah internet sambil menonton video. Hebatnya, fitur ini langsung tersedia tanpa Anda harus menginstal aplikasi tambahan.

2. S Pen
Samsung Galaxy Note 10.1 telah menyertakan pena yang responsif dan ergonomis dalam paket penjualan, yaitu S Pen. Untuk iPad, Anda memang bisa membeli pena stylus tambahan. Tapi stylus iPad bersifat universal dan tidak memiliki fitur canggih selain hanya sebagai pengganti jari.

Pena pintar S Pen Samsung Galaxy Note 10.1 memiliki fungsi yang lebih canggih lagi. Selain dapat mengambil tangkapan layar (screenshot), Anda dapat menulis di atas layar seperti layaknya menulis di kertas biasa. Desain pena stylus ini juga membuat penggunanya dapat menulis atau menggambar dengan lebih persis.

Berbagai aktivitas, mulai dari membubuhkan tandatangan di dokumen, melakukan koreksi pada laporan, menciptakan sketsa, memotong gambar dari web, menulis tangan dan masih banyak lagi, dapat diselesaikan dengan menyenangkan di Samsung Galaxy Note 10.1.

3. Aplikasi bawaan lebih berguna
Apalah arti hardware yang canggih jika tidak didukung aplikasi yang canggih pula? Samsung telah menyempurnakan aplikasi S Note. Dengan dukungan tujuh template keren, Anda dapat dengan mudah menciptakan dokumen yang memiliki tampilan menarik sekaligus profesional. S Note yang baru ini juga mendukung penulisan formula yang mungkin rumit. Tersedia pula fitur Shape Match yang secara otomatis dapat memperbaiki garis dan bentuk geometris sehingga memudahkan saat mengedit dokumen.



Samsung bahkan sudah menyertakan Polaris Office versi penuh yang dapat dipergunakan untuk menciptakan dokumen Word, Excel dan PowerPoint. Polaris Office yang disertakan juga sudah dioptimalkan khusus untuk Galaxy Note 10.1. Tidak ketinggalan S Planner yang mempermudah pengaturan jadwal dan daftar tugas Anda.

Bagi Anda yang gemar memotret dan menyunting foto, Samsung punya kejutan menggembirakan. Galaxy Note 10.1 telah dilengkapi aplikasi Adobe Photoshop Touch yang telah dioptimalkan untuk digunakan dengan S Pen.

Semua aplikasi tersebut di atas sudah dimasukkan secara gratis oleh Samsung di Galaxy Note 10.1. Sedangkan di iPad, Anda harus membeli aplikasi sejenis secara terpisah jika ingin mengubahnya sebagai alat penunjang produktivitas.

4. Fitur lebih banyak
Bicara mengenai fitur, ada beberapa fitur inovatif yang ditemukan di Samsung Galaxy Note 10.1 dan tidak ada di iPad. Fitur seperti Pop-Up Play untuk memutar video di jendela kecil sambil menjalankan aplikasi lain atau Smart Stay yang dapat mendeteksi gerakan mata Anda dan menyesuaikan tingkat kecerahan layar, tidak akan ditemukan di iPad.

Masih ada fitur keren lainnya seperti AllShare Play untuk mengalirkan konten secara nirkable ke tablet, laptop atau TV. Kemudian Samsung Galaxy Note 10.1 sudah dilengkapi Wi-Fi Channel Bonding yang dapat meningkatkan tingkat transmisi data nirkabel agar perpindahan data dapat berjalan lebih cepat.

Satu fitur keren, Samsung Galaxy Note 10.1 telah dilengkapi port infrared. Dipadukan dengan aplikasi Smart Remote yang sudah dimasukkan sebagai standar, Galaxy Note 10.1 dapat menjelma menjadi remote TV universal yang pintar.

5. Performa Quad-Core
Semua kecanggihan Samsung Galaxy Note 10.1 tersebut hanya dapat Anda alami dengan dukungan performa yang tangguh. Dan itulah faktanya. Samsung telah melengkapi tablet kreatif ini dengan prosesor quad-core (empat inti) berkecepatan 1,4Ghz dan RAM berkekuatan 2GB, lebih unggul dibandingkan iPad.

Jadi pilih mana? Apple iPad atau Samsung Galaxy Note 10.1?

Saturday, October 6, 2012

Samsung Galaxy S3 vs. Nokia Lumia 900: Pilih mana?

Vista - Setelah sukses besar merilis Samsung Galaxy S2, penggantinya, Galaxy S3, menjadi ponsel yang banyak digadang penggemarnya tahun ini. Maka ketika Galaxy S3 benar-benar meluncur ke pasar beberapa bulan lalu, ponsel ini menjadi kepala berita pelbagai media. Apalagi, Galaxy S3 menjadi satu di antara sedikit ponsel dengan prosesor quad-core.

Personil boy band Korea Big Bag, Seungri berpose dengan Samsung Galaxy S3 di Singapura, 27 September 2012. (REUTERS/Tim …
Di lain pihak, walaupun bukan ponsel pertama Nokia dengan sistem operasi Microsoft Windows Phone, Lumia 900 tetap diperbincangkan di mana-mana. Sebab seri Lumia ini merupakan ujung tombak bagi Nokia untuk merebut kembali pasarnya yang terus tergerus.
Nokia Lumia 900 dipajang di San Francisco, California, 11 April 2012. (REUTERS/Robert Galbraith)
Setelah meninggalkan sistem operasi Symbian yang telah membesarkannya--Symbian dipakai di seri ponsel pintar Nokia seperti keluarga Communicator yang legendaris--Windows Phone inilah masa depan bagi Nokia.

Nah, bagaimana jika ujung tombak Samsung, Galaxy S3, diadu dengan ponsel andalan Nokia, Lumia 900? Pertama, terang yang membedakan keduanya adalah sistem operasinya. Lumia 900 menggunakan Windows Phone 7.5 alias Mango, sementara Samsung memasang Android 4.0 Ice Cream Sandwich di Galaxy S3.

Menentukan mana yang lebih baik antara dua sistem operasi ini bisa memantik debat berlarat-larat. Dalam banyak hal, penilaian atas dua sistem operasi ini sangat bergantung subyektivitas alias selera.

Ada yang lebih suka dengan wajah segar Windows Phone, tapi ada pula yang menyukai kustomisasi di Android. Namun jika kita hanya bicara soal stok aplikasi, terang jumlah app di Google Play masih jauh lebih banyak ketimbang di Windows Phone Marketplace.

Desain
Ketika Galaxy S3 dipertunjukkan pertama kali, satu di antara komentar miring soal ponsel ini adalah mengenai desainnya. Pemilihan material plastik--menurut Samsung, polikarbonat--mengecewakan banyak analis. Mereka membandingkan desain Galaxy S3 ini dengan serial iPhone yang sempurna.

Dalam soal desain, paling tidak menurut penilaian PCWorld,  Lumia 900 lebih unggul dibanding Galaxy S3. Lumia 900 dirakit dalam satu blok utuh dengan material polimer yang mengkilat. Dengan material ini, goresan-goresan di sekujur tubuh Lumia 900 akan tersamar.

Layar
Sungguh sayang, desain cantik Lumia 900 tak diimbangi dengan mutu layar yang unggul. Selain ukurannya yang lebih kecil, hanya 4,3 inci--layar Galaxy S3 lebih lebar 0.5 inci--resolusi layar Lumia 900 sangat rendah dibanding layar Galaxy S3.

Jumlah piksel per inci di Lumia 900 hanya 217 lawan 306 di Galaxy S3. Semakin tinggi jumlah piksel, semakin detail tampilan gambar di layar.

Prosesor
Dengan prosesor quad-core Samsung Exynos Quad, terang prosesor Galaxy S3 lebih perkasa dibanding Lumia 900 dalam soal kecepatan pemrosesan. Walaupun tak berarti prosesor Lumia 900 bisa dibilang lelet.

Kadang, terutama untuk fitur-fitur standar, sulit merasakan beda antara ponsel dengan prosesor quad-core dengan single-core seperti yang dipakai Lumia 900.

Untuk pemakaian normal, baterai Galaxy S3, Lithium-ion 2100 mAh, lebih tahan lama ketimbang milik Lumia 900, Lithium-ion 1830 mAh. Tapi patut diingat, kecepatan dan layar lebar yang terang benderang seperti milik S3 juga berpotensi menyedot baterai dengan cepat.

Kamera
Keduanya sama-sama memiliki kamera utama dengan resolusi 8 megapiksel. Beberapa media, seperti Cnet, menilai kelemahan kamera Lumia 900 ada pada pencahayaan. Namun jika berada di lingkungan dengan cahaya berlimpah, kamera Lumia 900 tak ada soal. Menurut pengujian Cnet, kamera Galaxy S3 bisa bekerja dengan baik, di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Harga
Ada spesifikasi, ada harga. Dalam banyak hal, spesifikasi Galaxy S3 lebih unggul dibanding Lumia 900. Tapi semua itu tak "gratis". Harga Galaxy S3 lebih mahal ketimbang Lumia 900. (Fadel Wicaksana)

Kamera Mobile Pilihan Para Fotografer

Timur Angin dan Anton Ismael; siapa tidak kenal dengan fotografer andal Indonesia ini? Sebagai fotografer profesional dengan segudang aktivitas, keduanya memerlukan aplikasi foto mobile untuk memudahkan mereka bekerja.

“Kalau foto mobile yang dimaksud memotret dengan menggunakan selain kamera SLR, saya suka smartphone Nokia N9. Di atas itu saya suka kamera mikro ¾ Samsung NS10,” kata Timur Angin.
Video instalasi karya Anton Ismael, Joey Christian, dan Heru Admadja, di toilet pria saat Festival Salihara, Pasar …
Alasannya, lanjut Timur, megapikselnya cukup besar. “Selain itu, saya bisa melawan musuh utama street fotografer di Indonesia yaitu satpam. Seringkali saya harus ambil foto orang tapi background-nya harus diambil dari foto lain,” katanya. Sementara kalau harus membawa kamera besar tentu sangat kerepotan, karena belum tentu dapat izin memotret.

“Jadi harus colong-colongan pakai kamera kecil. Saya selalu mengaitkan kegiatan memotret dengan kerjaan, bukan gaya-gayaan,” jelasnya.

Anton Ismael juga demikian. Dia selalu memilih jenis kamera berdasarkan kebutuhannya apakah untuk keperluan jalan-jalan, memotret model atau iklan. “Kalau bicara foto mobile, kemungkinan besar buat travelling. Maka saya lebih memilih kamera saku,” kata Anton.

Ia menggunakan kamera merk Canon, termasuk untuk kamera saku. Alasannya supaya pas dengan sistem yang dimiliki. “Kenapa saya memilih kamera saku, karena sehari-hari saya bekerja menggunakan kamera besar. Kalau bepergian masih bawa kamera besar juga, perasaannya kayak kerja saja, nggak asyiklah,” jelasnya.

Sebelum memilih kamera saku, ia pernah menggunakan kamera di smartphone. Namun ketika akan mencetak hasil jepretan, repot juga. “Hasilnya tidak bisa dicetak besar dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Intinya saya gunakan kamera saku karena saya butuh file yang besar, sedangkan sampai saat ini belum ada kamera ponsel yang bisa menyamai kamera saku,” jelasnya.

Untuk spesifikasinya, bagi Anton, paling penting ada setting manualnya. “Supaya saya bisa mengatur speed dan diafragma yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri, minimal 12 atau 14 megapiksel,” tandas Anton.

Dalam mengedit hasil foto, Timur Angin belum pernah menggunakan aplikasi-aplikasi khusus pengolah gambar di smartphone. “Cuma sekadar tahu saja, karena buat saya fasilitas seperti itu hanya untuk main-main saja. Tapi mungkin bagi orang-orang yang senang fotografi dan tidak berprofesi sebagai fotografer, pasti senang banget,” kata alumnus Institut Kesenian Jakarta ini. Baginya, aplikasi tersebut hanya bisa mengubah foto menjadi bagus tapi tidak bisa dinilai sebagai karya fotografi karena sifatnya instan.

Serupa, Anton Ismael mengaku tak menggunakan aplikasi sejenis, seperti Fhotoroom dan Dark Viewer (Windows Marketplace) atau Camera+ dan Camera 360 (Google Play dan Apple Appstore). “Terus terang, saya sama sekali tidak pernah menggunakan fasilitas-fasilitas kayak begitu. Karena sampai sekarang saya belum menemukan sebuah program yang bisa memfasilitasi kebutuhan yang saya inginkan. Sampai sekarang saya kurang suka dengan yang seperti itu dan lebih nyaman dengan Adobe Photoshop,” tandasnya.

Anton berharap, pada masa mendatang fasilitas fotografi yang ada di smartphone dan sejenisnya memiliki fasilitas setting manual, minimal bisa mengeset sendiri diafragma dan speed-nya, bisa menampung file besar dan megapikselnya juga harus besar.

Sedang Timur Angin ingin teknologi ke depan menghasilkan kamera semakin kecil lagi. “Saya juga ingin memotret dengan kamera profesional, dan bisa menelepon sambil internetan menggunakan kamera profesional itu,” tandasnya. (Iwan S.)