Wednesday, October 17, 2012

Kenapa suami-istri tak lagi seranjang ? Ini Alasannya

 

Ghiboo.com - Bagaimana posisi tidur Anda saat bersama pasangan? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mencium dan memeluk pasangan sebelum tidur sudah so yesterday.


Sebuah riset terhadap 2.000 pasangan menunjukkan bahwa posisi tidur suami istri cenderung tidak saling berhadapan. Kenapa ya?

"Keadaan psikologis seseorang turut mempengaruhi bagaimana seseorang tidur dan posisi tidurnya. Jika sedang stres, kemungkinan banyak diantara kita yang tak mau dipeluk dan disentuh pasangan saat di atas ranjang," ungkap relathionship psychologist Corrine Sweet.

Dilansir melalui Thetelegraph (16/10), sekitar 90 persen pasangan mengaku tidak pernah lagi saling mengatakan 'I love you' sebelum tidur dan 80 persen lainnya mengaku tak lagi menciumi pasangan sebelum tidur.

Riset ini juga menunjukkan periode menstruasi wanita turut andil menurunkan intensitas aktivitas romantis ini. Sekitar 25 persen responden mengaku tidak suka badannya tersentuh oleh pasangannya saat tidur.

"Suhu tubuh wanita saat sedang menstruasi meningkat, sehingga membuat mereka tak ingin tersentuh saat periode bulanannya," tambah Sweet.

Sweet menambahkan sekitar 10 persen pasangan mengaku memilih tidur pisah ranjang demi mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Foto-foto Istri Tria The Changcuters

Tuesday, October 16, 2012

Mimpi Sebentar Lagi Bisa Direkam



Mimpi susah sekali diterangkan bahkan orang seringkali tidak hafal jalan ceritanya. Kebanyakan yang diingat hanya potongan-potongan mimpi saja. Tapi tak lama lagi mimpi bisa direkam. Bagaimana caranya?

Ilmuwan kini tengah membuat alat perekam mimpi dan menginterpretasikan mimpi tersebut hingga tak lagi jadi misterius.

Setiap mimpi adalah campuran dari naluri biologis, asumsi budaya dan pengalaman pribadi. Mimpi telah menjadi sesuatu yang membingungkan bagi umat manusia sejak awal peradaban hingga saat ini.

Otak paling berperan dalam mimpi yang terjadi mulai dari mimpi yang rumit hingga sederhana. Untuk merekam mimpi itu, ilmuwan menurut laporan pada jurnal Nature akan fokus pada visualisasi elektronik aktivitas otak.

"Kami ingin membaca mimpi orang," ungkap ilmuwan dari California Institute of Technology di Pasadena, Dr Moran Cerf seperti dilansir dari BBC News, Jumat (29/10/2010).

Dr Cerf menjelaskan bahwa alat ini bukan diciptakan untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi untuk memperluas pemahaman manusia tentang bagaimana dan mengapa orang bermimpi.

Selama berabad-abad, orang telah terpesona oleh mimpi dan bahkan ada yang menganggap mimpi sangat bermakna. Di Mesir kuno misalnya, mimpi dianggap pesan dari para dewa.

Baru-baru ini, analisis mimpi telah digunakan oleh psikolog sebagai alat untuk memahami pikiran bawah sadar. Tetapi satu-satunya cara untuk menafsirkan mimpi tersebut adalah dengan meminta orang tersebut bangun dari tidurnya dan menceritakan apa mimpinya.

Dr Cerf bahkan berani membuat klaim berdasarkan studi awal. Ia menunjukkan bahwa aktivitas sel-sel otak individu atau neuron, berhubungan dengan objek atau konsep tertentu.

Dalam studi Nature, para peneliti hanya akan dapat mengidentifikasi gambar atau konsep yang tersimpan di database. Mereka memperoleh hasil dengan mempelajari pasien yang diimplan (ditanam) elektroda untuk memonitor dan memperlakukan kejang otak.

Sedangkan untuk menerjemahkan mimpi tersebut, telah ada upaya untuk menciptakan mesin interface sebelum mimpi diterjemahkan oleh instruksi yang dikendalikan oleh komputer atau mesin.

Teknologi canggih di balik kaus timnas

 

bola.net - Sebuah sejarah baru bakal ditorehkan Timnas Indonesia dalam laga melawan Vietnam, Selasa (16/10) malam WIB. Di lapangan pertama kalinya sport science akan diterapkan di timnas.

Dalam pertandingan itu, para punggawa Skuat Garuda, julukan timnas Indonesia, bakal menggunakan rompi GPSport. Dengan rompi ini bakal diketahui performa para punggawa timnas selama berlaga.
 
"Ini merupakan terobosan penggunaan sport science. Hasil ini akan kita analisa bersama dengan pelatih yang kita datangkan dari Brasil, Jaino Matos," ujar Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy, pada Bola.net.

"Dengan menggunakan indikator yang kita peroleh, kita bisa mengetahui secara persis mengenai performa pemain. Salah satunya endurance (ketahanan stamina)," sambung mantan punggawa Timnas Indonesia itu.

Penggunaan teknologi, yang juga digunakan tim-tim papan atas dunia macam Manchester United dan Barcelona itu, disambut gembira oleh Fabio Oliviera. Menurut Asisten Pelatih Timnas Indonesia itu, hal tersebut akan mempermudah kerja mereka untuk mengevaluasi penampilan anak asuhnya.

"Selain itu, hal ini akan memudahkan tim pelatih untuk mengetahui kondisi pemain sebelum mengumumkan siapa saja 23 pemain yang akan berangkat ke AFF Suzuki Cup 2012," tutur Fabio.

Di balik seragam Garuda, punggawa timnas akan mengenakan rompi khusus dari GPSport. (den/mac)

Inilah10 Kota Tersehat dan 10 Kota Kurang Sehat di Indonesia



 


detikhealth.com - Kementerian Kesehatan kini memiliki data tentang kota dengan peringkat kesehatan tertinggi dan terburuk di Indonesia. Apa saja kota-kota yang paling sehat dan paling buruk?

Untuk memeringkat kota tersehat dan terburuk ini, Kementerian Kesehatan membuat 24 indikator kesehatan yang digunakan untuk menilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di tiap kota dan kabupaten.

Dengan menggunakan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007-2008, penilaian kota sehat kali ini menggunakan rumusan IPKM yang baru ada tahun 2010.

Sebelumnya data kesehatan masih bersifat menyeluruh dan belum ada data rinci tiap kota dan kabupaten. Dengan adanya IPKM ini memudahkan pemerintah pusat untuk mengalokasikan dana kesehatan tiap kota atau kabupaten berdasarkan peringkat kesehatannya.

"Semakin jelek peringkat kesehatan kotanya, maka dana yang diberikan akan semakin besar," kata Dr dr Trihono, M,Sc., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemkes RI, dalam acara temu media di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Menurut Dr Trihono, penetapan peringkat kota dan kabupaten sehat ini akan dijadikan bahan untuk advokasi ke pemerintah daerah agar terpicu untuk menaikkan peringkatnya, sehingga sumber daya dan program kesehatan diprioritaskan.

Penetapan peringkat ini didasarkan pada 24 indikator kesehatan, yaitu balita gizi buruk dan kurang, balita sangat pendek dan pendek, balita sangat kurus dan kurus, balita gemuk, diare, pnemonia, hipertensi, gangguan mental, asma, penyakut gigi dan mulut, disabilitas, cedera, penyakit sendi, ISPA, perilaku cuci tangan, merokok tiap hari, air bersih, sanitasi, persalinan oleh tenaga kesehatan, pemeriksaan neonatal 1, imunisasi lengkap, penimbangan balita, ratio dokter per Puskesmas dan ratio bidan per desa.

"Meski kesehatan berhubungan erat dengan kemiskinan, tetapi belum tentu kota yang miskin tingkat kesehatannya buruk dan sebaliknya belum tentu kota kaya kesehatannya selalu baik," jelas Prof Purnawan Junadi, Guru Besar FKM UI.

Beberapa contoh kota kabupaten yang miskin tapi dengan peringkat kesehatan baik misalnya adalah Bitung dan Sorong, sedangkan kota non-miskin namun bermasalah dalam kesehatan contohnya adalah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

"Hal ini biasanya terjadi karena kebanyakan kota kabupaten dengan tingkat perekonomian yang baik terlalu mengejar sektor kuratif (pengobatan). Mereka lebih memikirkan membangun rumah sakit dan dokter spesialis, tetapi tidak memikirkan hal-hal sederhana seperti usaha pencegahan dan bidan-bidan yang lebih akrab dengan masyarakat," jelas Prof Pur lebih lanjut.

Dari 440 kabupaten dan kota berdasarkan Riskesdas 2007, diperoleh peringkat masing-masing kota dan kabupaten dengan tingkat kesehatan terbaik hingga terburuk.

Kota Magelang merupakan kota dengan peringkat paling tinggi atau kota paling sehat, sedangkan Pengunungan Bintang merupakan kabupaten dengan indikator kesehatan paling buruk di seluruh Indonesia.

Peringkat 10 teratas kota dan kabupaten dengan nilai indikator kesehatan paling tinggi atau kota paling sehat:

   1. Kota Magelang (Jateng)
   2. Gianyar (Bali)
   3. Kota Salatiga (Jateng)
   4. Kota Yogyakarta
   5. Bantul (Yogyakarta)
   6. Sukoharjo (Jateng)
   7. Sleman (Yogyakarta)
   8. Balikpapan (Kaltim)
   9. Kota Denpasar (Bali)
  10. Kota Madiun (Jatim)


Peringkat 10 terbawah kota dan kabupaten dengan nilai indikator kesehatan paling buruk adalah:

   1. Mappi (Papua)
   2. Asmat (Papua)
   3. Seram Bagian Timur (Maluku)
   4. Yahukimo (Papua)
   5. Nias Selatan (Sumut)
   6. Paniai (Papua)
   7. Manggarai (NTT)
   8. Puncak Jaya (Papua)
   9. Gayo Iues (Aceh)
  10. Pegunungan Bintang (Papua)

Jangan Campur Alkohol dengan Minuman Energi! Nih Akibatnya



 


okezone.com - Minuman energi memang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat. Minuman energi merupakan jenis minuman yang ditujukan untuk menambah energi seseorang yang meminumnya. Namun, penggemar minuman berenergi harus hati-hati jika ingin mencampurkannya dengan alkohol.

Menurut sebuah studi yang dilakukan tim di University of Texas Medical School di Houston, minuman energi mengandung lebih banyak kafein dan gula daripada secangkir kopi. Kandungan kafein dalam minuman energi adalah 70-200 mg per 500 ml. Itu hampir dua kali lipat jumlah dalam cangkir biasa. Di mana 500 ml kopi instan berisi sampai 100 mg kafein.

Tak hanya itu saja, mereka mengandung bahan-bahan yang sering "tidak" disebutkan pada label, seperti guarana stimulan herbal, asam amino taurin, mineral, dan vitamin yang bereaksi terhadap kafein. Ini memengaruhi tingkat hati, tekanan darah, bahkan keadaan mental.

Efek makin buruk jika minuman ini dikonsumsi dengan alkohol memiliki beberapa alasan. Seperti dilansir dari Idiva:

Hilangnya Energi

"Kebanyakan minuman energi dimaksudkan untuk merangsang otak Anda. Karena itu mengandung kafein, vitamin, dan mineral yang tinggi" kata Dr Sunita Dube.

Kandungan gluconolactone juga menyebabkan minuman energi menghasilkan lebih banyak energi dan membuat Anda lebih waspada.

"Jika dikonsumsi bersama alkohol, minuman ini justru akan menunda pelepasan energi dan menyebabkan kelelahan," paparnya.

"Kita tidak merasa lelah karena di bawah pengaruh alkohol, sedangkan dosis yang kuat dari vitamin dan mineral mendetoksifikasi kita. Jadi, menyebabkan otak menerima sinyal berbeda," imbuh ahli gizi Sushila Sharangdhar.

"Itu juga mengapa seseorang cenderung merasa lemas setelah begadang semalaman belajar atau menyelesaikan sebuah proyek dengan bantuan sebuah minuman energi," sambungnya.

Menyebabkan Ketagihan!

Pengaruh minuman energi adalah sementara. Jadi, meskipun kita cenderung menjadi hiperaktif dan bersemangat setelah minum, kita mulai merasa lelah dan sedikit kesal begitu efeknya berkurang.

"Seseorang juga bisa kecanduan minuman energi jika dia begitu tergantung untuk dorongan energi selama periode waktu tertentu," papar Dr Sunita.

Jadi jika suatu waktu Anda merasa perlu tambahan energi, ambil air putih dingin atau jus buah, bukan secangkir minuman energi

10 Penyakit Mental yang Sangat Merugikan Diri Anda



 


1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu
Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.